Blitar, SEJAHTERA.CO – Kisruh antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Blitar. Dewan khawatir polemik yang belum kunjung selesai akan berdampak pada pembinaan atlet dan cabang olahraga (cabor).
Baca juga:Dana Hibah Rp2,4 Miliar Belum Cair, DPRD Kota Blitar Gelar Hearing KONI dan Dispora
Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo, mengatakan pihaknya telah menggelar hearing dengan menghadirkan perwakilan KONI Kota Blitar dan Dispora Kota Blitar. Pertemuan tersebut membahas persoalan dana hibah yang belum dicairkan serta kantor sekretariat KONI yang hingga kini belum dapat digunakan.
“Atas polemik ini, kami meminta Dispora bertindak dalam waktu satu minggu. Persoalan ini bukan hanya menyangkut organisasi KONI, tetapi juga keberlangsungan pembinaan cabang olahraga,” kata Yohan, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, dalam hearing tersebut juga terungkap bahwa KONI Kota Blitar telah berupaya menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kota Blitar melalui audiensi dengan wali kota. Bahkan, surat permohonan audiensi telah dikirimkan sebanyak dua kali.
Namun hingga kini, upaya tersebut belum mendapat respons sehingga persoalan akhirnya dibawa ke DPRD Kota Blitar untuk dicarikan solusi.
“Sudah bersurat sesuai arahan yang disampaikan pemerintah kota. Namun sampai sekarang belum ada tanggapan,” ujarnya.
Yohan menilai kedua belah pihak harus segera menemukan titik temu. Pasalnya, dalam waktu dekat atlet Kota Blitar akan menghadapi agenda olahraga tingkat provinsi yang membutuhkan persiapan matang.



















