“Kita tidak bisa langsung mengangkat, ada mekanismenya sendiri, tapi hari ini guru penggerak kita banyak, nah ini akan kita dorong untuk ikut seleksi agar bisa mengisi kekosongan kepala sekolah,” imbuhnya.
Disinggung soal jumlah yang paling banyak membutuhkan, Nurhadi menyebut jika mayoritas kekosongan terjadi di wilayah pinggiran.
Ia tidak menampik masih ada stigma jika sebuah jabatan kepala sekolah pinggiran memiliki beban tersendiri.
“Label jabatan kepala sekolah yang dianggap memberatkan itu harus dihilangkan agar semua tergerak mau menjadi kepala sekolah. Ini yang perlu kita lakukan,” pungkasnya.
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Gimo Hadiwibowo


















