Menurutnya, keberadaan AI, generative AI, mupun teknologi singularity harus diwaspadai dampaknya terhadap bengsa dan negara Indonesia.
Meski demikian, Presiden meyakini anggota HIPMI yang merupakan generasi digital mampu menghadapi disrupsi teknologi tersebut.
“Jadi menghadapi AI, menghadapi generative AI, menghadapi singularity, saya kira rekan-rekan di HIPMI sudah sangat biasa,” imbuhnya.
Poin ketiga yang menjadi perhatian Presiden adalah perubahan lanskap geopolitik dan ekonomi dunia sebagai akibat tak terelakkan dari terjadinya disrupsi teknologi
Perubahan itu akan mempengaruhi berbagai aspek di Indonesia, termasuk perilaku, selera, tren warna, dan budaya yang berujung pada tren pasar dan konsumen.
“Semuanya, lanskap bisnis, lanskap ekonomi semuanya akan berubah. Dan yang paling cepat menyesuaikan diri itu biasanya anak-anak muda dan itu ada semuanya di HIPMI,” papar Presiden.
Sumber : Setkab RI
Editor : Irwan Maftuhin



















