Laporan keuangan yang rapi serta memisahkan antara harta pribadi dan bisnis merupakan cara jitu untuk memantau kondisi kesehatan cashflow usaha. Selain itu, modal yang cukup dapat membantu bisnis untuk ekspansi kuantitas produk dan cakupan pasar.
Tidak sedikit pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan modal yang menyebabkan kegagalan di tengah jalannya usaha dan kesulitan mencari akses permodalan. Saat ini sudah banyak pilihan dalam mengakses permodalan termasuk versi digital atau Fintech. Hanya saja para wirausahawan ini perlu mendapat informasi lebih terkait apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih Fintech yang aman.
“Maka tepat sekali hari ini digelar acara ini karena materinya relate serta dibawakan oleh narasumber yang susah expert di bidangnya. Jadi manfaatkan ini untuk menggali ilmu lebih dalam lagi dan jangan malu untuk bertanya. Saya sampaikan kepada TPAKD, OJK, serta AFPI atas kolaborasinya menggandeng para pelaku usaha ini mendapat ilmu baru terkait kewirausahaan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Zanariah berpesan kepada para pelaku UMKM untuk selalu gigih menangkap peluang dan tidak mudah menyerah menjalankan bisnis. Terapkan disiplin ilmu dan bijak dalam mengelola uang. Susun strategi terbaik dan terukur bagi bisnis yang dijalankan. Selalu terapkan ilmu yang sudah didapat dari berbagai forum yang diikuti.
“Semoga dengan komitmen dan konsistensi teman-teman dalam menjalankan bisnis bisa membawa hasil terbaik. Bahkan bisa ekspansi ke skala nasional hingga internasional. Kami jajaran Pemkot Kediri selalu terbuka untuk mendukung dan membantu sesuai dengan kemampuan kami,” pesannya.
Turut hadir dalam acara ini Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Ferry Djatmiko, Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri, Kepala Bagian Perekonomian Tetuka Erwin, Alumnus Pehneur, HIPMI, dan IKM serta tamu undangan lainnya.
Editor: Dhita Septiadarma



















