“Mengenai proposal, sebenarnya kami punya program jalan santai dengan jarak 106 kilometer sebagai perayaan HUT Kota Madiun. Saat itu pun kami berkomitmen dengan Maidi dengan rute yang sudah ditentukan. Dan pada saat kami mengajukan dengan nama relawan petir, namun justru Maidi yang meminta untuk mengganti nama Bintang Prabowo 08,” bebernya.
Setelah itu, lanjutnya, kami disuruh Maidi mengajukan diri ke pemkot untuk audiensi dengan catatan nanti akan dibantu olehnya.
Dari sini saya melihat ada kejanggalan karena harus mengkomunikasikan ke pemkot sedangkan untuk rundown HUT Madiun sudah muncul dimana-mana.
“Mengenai RAB, kami sudah mempunyai sponsor sendiri yang saat itu proposal sudah berganti lagi menjadi Masyarakat Peduli Budaya itupun juga atas kehendak Maidi,” ungkapnya.
Eko juga mengatakan setelah tidak ada kejelasan akhirnya saya putuskan menurunkan baliho untuk sementara waktu dan yang tidak habis pikir ia malah membuat hal seperti kemarin.
“Bisa dikatakan saya dipermainkan oleh Maidi. Yang perlu juga menjadi catatan bahwasanya dukungan menggunakan nama relawan Petir bukan Bintang Prabowo 08,” tandasnya.
Reporter:Rio Hermawan. S/Andik Sukaca
Editor : Gimo Hadiwibowo



















