Hasil penelitian itu nantinya bakal jadi landasan untuk menentukan apakah PLTB itu dapat direalisasikan.
Namun pihaknya optimis PLTB itu bakal terealisasi, apalagi menurut hasil penelitian Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang dikutip dari laman setkab.go.id, dari 166 lokasi yang diteliti terdapat 35 lokasi mempunyai potensi angin yang bagus dengan kecepatan angin diatas 5 meter per detik pada ketinggian 50 meter.
Kecepatan angin yang bagus itu diantaranya di NTB, NTT, Pantai Selatan Sulawesi dan Pantai Selatan Jawa.
“Untuk di Trenggalek lokasi dipilih diteliti di wilayah Kecamatan Munjungan, di Desa Besuki dan sekitarnya. Energi hijau, energi ramah lingkungan ini sejalan dengan pemda. Jika hasil penelitiannya sesuai yang diharapkan, kemudian studi kelayakan memenuhi aspek perekonomian bisa ditindaklanjuti dengan proyeknya. Masih butuh jangka waktu yang panjang,” jelasnya.
Edi menyebut nilai investasi proyek itu sekitar Rp 2 miliar. Jika PLTB itu terealisasi, pihaknya optimis bakal memantik adanya investasi lainnya yang akan berdampak pada perekonomian, khususnya kawasan pesisir selatan barat Trenggalek.
Terlebih akses di kawasan itu bakal dimudahkan dengan tersambungnya jalur lintas selatan.
“Nilai investasi seperti memasang tower, biaya sewa lahan lokasi ke masyarakat dan sebagainya diperkirakan kalau saya tidak salah Rp 2 miliar. Kami mendorong tumbuhnya investasi, apalagi itu investasi lestari, ramah lingkungan,” pungkasnya.
Selain itu, jika PLTB itu terealisasi, bakal memperkuat komitmen Trenggalek dalam menggunakan energi bersih lewat energi terbarukan.
Sebelumnya Trenggalek menjadi kabupaten pertama penerima Renewable Energy Certificate (RECs) atas kerjasamanya bersama PLN untuk memilih sumber listrik dari energi terbarukan.
Dalam implementasinya, Trenggalek memilih energi listrik terbarukan dari PLTA Cirata.
Reporter : Angga Prasetya
Editor : Gimo Hadiwibowo



















