“Jadi kedua orang tuanya memiliki peran masing-masing,” ucapnya.
Soal alasan dikubur di samping rumahnya, polisi menyebut, pelaku merasa panik usai mengetahui kondisi anaknya yang tidak sadar. Keduanya juga berusaha memberikan pertolongan kepada buah hatinya itu, tetapi tidak bisa.
Setelah pelaku mengambil kesimpulan bahwa anaknya sudah tidak bernyawa, maka dilakukan tindakan upaya untuk menguburkan. Fauzy menduga, penganiayaan terjadi beberapa waktu berbeda.
“Yang jelas mengakibatkan kematian korban pada malam itu {Sabtu (22/6/2024)}. Dari keterangan saksi, penganiayaan itu terjadi di beberapa waktu berbeda-beda,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kediri.
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor: Dhita Septiadarma



















