Dengan kegiatan itu, pihaknya berharap masyarakat menjadi lebih mengerti tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana sungguhan sehingga dapat meminimalisir fatalitas dampak bencana. Untuk itu, dalam kesempatan itu masyarakat diajak secara langsung menyusuri titik-titik evakuasi.
“Jadi kita lakukan simulasi susur jalur bersama masyarakat dengan rumus, 20 detik 20 menit 20 meter menuju tempat evakuasi sementara dan aman. Kita juga berikan edukasi ke masyarakat soal blue zone itu,” jelasnya.
Selain susur jalur evakuasi, dalam kegiatan itu juga dilakukan penanaman cemara udang hingga bersih-bersih area pantai sebagai bentuk pelestarian lingkungan. Selain itu, petugas juga memasang rambu-rambu bencana di sejumlah titik yang dinilai rawan.
Dengan seluruh rangkaian kegiatan itu diharapkan bisa menambah kesiapan unsur pentahelix kebencanaan jika terjadi bencana sungguhan.
“Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, termasuk BPBD Provinsi. Ayo bersama mitigasi kurangi dampak dari bencana tsunami,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya
Editor : Gimo Hadiwibowo



















