Pj Wali Kota Kediri Paparkan Penanganan AIDS, Tuberkolosis, dan Malaria

Pj Wali Kota Kediri Paparkan Penanganan AIDS, Tuberkolosis, dan Malaria
Pj Wali Kota Kediri, Zanariah memberikan pemaparan terkait penanganan penyakit menular.(foto: protokol dan komunikasi pimpinan)

Selama tahun 2023 terdapat kasus TBC sebanyak 1380 kasus. Sementara tahun 2024 sampai dengan bulan Juni sebanyak 1987 kasus. Untuk menanggulangi lonjakan kasus TBC Pemkot Kediri melakukan berbagai upaya.

Diantaranya, penguatan tata kelola, pencegahan, penanggulangan, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga sosial masyarakat serta media massa. Kegiatan yang dilakukan diantaranya, workshop update tata laksana TBC sensitif obat (SO) dan TBC resisten obat (RO), rakor penanganan TBC, koordinasi lintas sektor, dan perlibatan media massa.

Baca Juga: Bank Sampah Kota Kediri Olah 200 Ton Setahun, Pj Walikota Zanariah Dorong Optimalisasi 

Read More

Sementara jumlah kasus malaria tahun 2023 ada 10 kasus. Upaya pencegahan dan penanggulangan malaria di Kota Kediri, pemerintah melakukan berbagai upaya diantaranya sesuai tata kelola, pencegahan dan penanggulangan, kolaborasi dengan melibatkan media massa.

“Perlibatan media massa dalam peliputan perkembangan kasus malaria dan pelatihan mikroskopis malaria bagi petugas kesehatan yang diselenggarakan oleh BBTKLPP Surabaya,” ujarnya.

Pj Wali Kota Kediri menambahkan prestasi yang pernah diraih Kota Kediri diantaranya, sertifikat eliminasi malaria tahun 2014, piagam penghargaan dari Provinsi Jawa Timur tahun 2023 sebagai juara 2 terbaik capaian SPM terduga TB. Berikut inovasi di Kota Kediri yang berkaitan dengan progres ATM.

Yakni, Puskesmas Kota Wilayah Utara dengan Kenali Jaring Obati TBC Terpadu (KEJAR OTT). Puskesmas Campurejo dengan Masyarakat Sadar Lingkungan Sehat Perilaku (MAS DARLING HATIKU), Gerakan Terpadu Pencarian Suspect TB (GERDU CAS TB). Puskesmas Pesantren II dengan Gerakan Integrasi Deteksi Dini Respon Penyakit Potensi Wabah (GESIT SI ABAH), Puskesmas Ramah ODHA (PRO), Satgas TBC Siap Menjaga Kesehatan Masyarakat (SATE SEJAGAT).

Turut hadir, Program Manager Adinkes Halik Sidik, Adinkes Jawa Timur Rahayu Kusdarini dan Christiana Indah, Kepala Bappeda Chevy Ning Suyudi, Kepala Dinkes Muhammad Fajri. Serta hadir secara daring Monev Adinkes Pusat Ade Mulya, dan Perencana Ahli Madya, Sub Koordinator Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Jawa Timur Yudi Aquarianto.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *