“Ketika melakukan pelanggaran pasti ada konsekuensinya, itu yang kita ingin ingatkan kepada semua anak agar tidak sampai terjadi. Kalian harus menjadi pribadi yang baik, menghindari perundungan pada teman dan harus berani melaporkan ketika menerima perundungan agar tidak ada korban,” himbaunya.
Dengan demikian, jika hal tersebut dapat dilakukan oleh semua satuan pendidikan maka dapat mewujudkan sekolah ramah anak di Kota Kediri. “Sekolah ramah anak ialah sekolah yang bisa memberikan lingkungan yang nyaman, aman, asri bagi tumbuh kembang anak serta mendukung anak menjadi pribadi yang merasa terlindungi. “Mari kita semua berkolaborasi untuk mewujudkan sekolah ramah anak yang bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri, dan nyaman,” imbuhnya.
Ditemui di kesempatan yang sama, Plt Kepala MTsN 1 Kota Kediri Khoiru Ni’am mengaku senang dan berterima kasih atas terselenggaranya sosialisasi tersebut. Ia berharap, apa yang sudah disampaikan dapat bermanfaat dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar ke depan.
Sebagai langkah antisipatif pencegahan perundungan di masa MPLS, Ni’am mengaku pihaknya telah membekali seluruh panitia untuk melakukan MPLS sesuai juknis dan prosedur dari Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Sehingga dalam penyelenggaraan MPLS selama enam hari ke depan, peserta didik baru akan mengikuti beragam kegiatan seperti moderasi beragama, wiyatamandala, pengenalan tata tertib madrasah, pengenalan kegiatan belajar mengajar dan kegiatan ekstra di madrasah. “Kita sudah memberikan peringatan dan himbauan kepada seluruh panitia agar selama Matsama ini peserta didik baru tidak terlalu banyak dibebani sehingga anak-anak merasa nyaman dan senang dalam mengikuti setiap proses Matsama,” ungkapnya.
Ni’am berharap kegiatan ini bisa menciptakan suasana kebersamaan dan keakraban bagi seluruh anak sehingga tercipta suasana harmonis dan mencegah terjadinya perundungan. “Dalam proses belajar mengajar pun bapak/ibu guru juga menyisipkan himbauan kepada seluruh anak untuk tidak melakukan perundungan, itu juga merupakan salah satu upaya kita untuk mewujudkan sekolah ramah anak,” tegasnya.(*)



















