18 Klub Siap Bersaing di BRI Liga 1, Sang Juara Persib Bandung Kontra PSBS Biak sebagai Pembuka  

18 Klub Siap Bersaing di BRI Liga 1, Sang Juara Persib Bandung Kontra PSBS Biak sebagai Pembuka
Kompetisi BRI Liga 1 2024-2025 telah diluncurkan di Jakarta. Pada liga ini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menargetkan naik peringkat ke posisi dua ASEAN dan posisi 12 Asia. (dokpssi)

Musim baru Liga 1 dibuka pada Jumat (9/8/2024) malam WIB dan mementaskan duel Persib Bandung selaku juara bertahan menghadapi jawara Liga 2 musim lalu, PSBS Biak, di Stadion Si Jalak Harupat, Jabar.

Berbeda dengan musim lalu, Liga 1 2024/2025 tak lagi menggunakan format Championship Series. Kompetisi kembali menggunakan sistem format liga seperti musim-musim sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Erick juga meminta kepada para pemain untuk menghormati setiap keputusan wasit.

Read More

Selain sudah meningkatkan kualitas wasit, penggunaan VAR di musim 2024/2025 ini punya tujuan agar pertandingan berjalan bersih dan bisa dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :Hutan Jati Tujuh Hektar Hangus, Kawasan Gunung Gombak Ponorogo Terbakar hingga Ancam Permukiman

“Hormati perwasitan dan keberadaan VAR untuk meminimalisir kesalahan sehingga apapun hasil pertandingan akan diterima secara objektif,” pintanya.

Lalu juga diterapkan aturan hanya kapten tim yang boleh mengajukan protes kepada wasit, dan hal ini sesuai ketentuan FIFA.

“Akan ada wasit tamu, misalnya sebulannya ada satu, untuk menaikkan confident wasit kita,” tambah Erick.

Hal lain yang juga digarisbawahi Ketua Umum PSSI yakni terkait waktu bermain para pemain timnas yang ada di klub-klub peserta Liga 1.

Baca Juga : Rekomendasi LIB Home Arema FC di Stadion Supriyadi Blitar, Aremania Diminta Jaga Disiplin

Dengan aturan baru PT LIB setiap klub bisa mengontrak delapan pemain asing, termasuk menggunakan enam pemain asing sekaligus sebagai starting eleven.

Erick meminta klub tetap memberikan jam terbang tinggi bagi para pemain timnas yang tergabung di klub itu.

“Penting untuk berkomunikasi yang baik dengan setiap pelatih dan pemilik klub untuk memaksimalkan para pemain timnas, terutama yang berusia muda dan potensial, sehingga punya jam tinggi. Bahkan, klub yang memiliki pemain timnas wajib dimainkan,” kata Erick.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *