Sementara terpisah, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Jombang, Nur Puji Subagyo mengakui, kekeringan terjadi di beberapa embung. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mengantisipasi dampak kekeringan ini, khususnya di wilayah pertanian.
“Jika embung sudah kering dan tidak dapat digunakan untuk pengairan, Dinas Pertanian akan berkoordinasi dengan kami dan SKPD terkait untuk mencari solusi guna memberikan pengairan yang baik bagi petani,” kata Puji.
Puji juga menambahkan, puncak kekeringan di Kabupaten Jombang diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus ini. Namun, ia bersyukur bahwa meski kemarau melanda, masih ada hujan sesekali yang membantu meringankan kondisi.
“Puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada bulan Agustus ini. Kita perlu mengantisipasi dampaknya, seperti kebakaran lahan, dan mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan membakar sesuatu, terutama di tengah musim kemarau dan adanya angin kencang,” pungkasnya.



















