Pelestarian yang apik itulah kini yang dibidik Trenggalek menjadi skema fiskal baru, yaitu lewat skema perdagangan karbon. Konsep itu sangat mumpuni mengingat potensi-potensi yang dimiliki Trenggalek yaitu lewat sumber alam yang ada di kawasan hutan maupun sumber daya di lautan.
Mas Ipin menyebut dari pencitraan satelit, emisi karbon yang dikeluarkan masyarakat sekitar 3 juta ton equivalent carbon per tahun. Sedangkan kapasitas serapan di Trenggalek ada di angka 27 juta ton equivalent carbon per tahun sehingga menurutnya, di Trenggalek sudah Net Sink Carbon sebesar 24 juta ton.
“Harapan kita ke depan juga ada offsetting, jadi mandatory carbon marketnya tidak hanya berlaku kepada institusi perusahaan saja. Perusahaan di satu wilayah perkotaan mungkin harus di koordinir melakukan offsetting kepada kabupaten-kabupaten yang memang jadi paru-paru, yang punya hutan luas, yang ekosistem pesisir dan bawah lautnya terjaga,” imbuhnya.
Baca Juga : Polres Kediri Sita Ribuan Butir Pil Koplo dari Buruh Harian Lepas
Dengan menyelaraskan ekonomi – ekologi lewat skema regeneratif itu diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pendapatan fiskal baru, tapi disisi lain tidak mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, Mas Ipin meyakini sejalan dengan cita-cita bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Apalagi sekarang dunia mulai melek terkait dengan offsetting, trade, carbon, dan segala macam. Harusnya itu menjadi pilihan fiskal yang lain, jadi tidak harus ekonominya ekstraktif tetapi regeneratif,” jelasnya.
Untuk diketahui, penghargaan itu diterima Mas Ipin di balai sidang Universitas Indonesia, Kamis (8/8) malam. UI Green City Metric adalah program dari UI untuk mengajak kabupaten/kota melakukan transformasi keberlanjutan. Program itu pertama kali diluncurkan pada tahun 2022.
“Harapan saya sebagai wong cilik dari deso, hanya berharap besok masyarakat Indonesia itu juga dimuliakan dengan cara mereka yang melakukan preservasi lingkungan itu harusnya mendapatkan insentif yang lebih,” pungkasnya.



















