“Ya kalau ditotal semuanya sejak Februari sampai senin kemarin, ya sekitar 21 sapi dari 11 orang peternak. Kalau soal kerugian ya tinggal mengalikan saja, 1 ekor sapi itu seharga 25-30 juta. Ya kira kira total bisa ratusan juta,” tuturnya.
Menurut Deny, dari ciri-ciri kematian sapi yang tak lazim tersebut diduga akibat keracunan.
Pihaknya kemudian melapor ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Batu serta ke pihak Kepolisian.
“Dari gejalanya yang tak lazim, kami menduga ini diracun potassium. Untuk meyakinkan warga, saya akhirnya lapor ke yang berwenang dan juga Dokter hewan di Puskeswan,” terangnya.
Baca Juga : Tertabrak Pelajar, Pejalan Kaki asal Tulungagung Tewas
Sementara itu, Dokter hewan dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Batu, telah melakukan pemeriksaan terhadap sapi di kandang Indra Kurniawan.
Tim dokter mengambil beberapa organ sapi yang mati di lokasi tersebut untuk diteliti.
Dokter hewan Puskeswan RPH Kota Batu, Wulandari mengatakan, saat mengambil beberapa bagian organ dalam tubuh sapi, pihaknya mendapati perubahan beberapa organ sapi yang mati. Seperti lambung yang berubah menjadi warna merah.
“Jeroan seperti lambung biasanya hijau. Tapi pada kondisi sapi mati ini merah,” ungkapnya.
Baca Juga :Edarkan Narkoba Ditangkap Polres Kediri, Diduga Bandar Masih DPO
Kemudian juga didapati perubahan warna pada usus. Jika umumnya usus pada sapi yang sehat warnanya putih, ditemukan warna menjadi kemerahan.
Menurut Wulan, perubahan organ tersebut intinya ada keracunan pada tubuh sapi. Ketika racun masuk pencernaan, membuat pembuluh darah pecah.
“Saat memecah pembuluh darah organ jadi merah,” tambahnya.
Namun, Wulan tidak bisa memastikan, bagaimana cara racun tersebut bisa masuk ke pencernaan sapi.
Baca Juga : Muncul Isu Muktamar Tandingan, DPC PKB Datangi Polres Ponorogo
Sebab, bisa jadi sapi mati akibat keracunan usai memakan rumput yang terkontaminasi pestisida.
“Kami belum tahu penyebab keracunannya. Apakah keracunan alami karena makan rumput yang mengandung pestisida. Atau dikarenakan faktor lainnya. Penyebab bisa macam-macam,” tutupnya.



















