Fiska Indra Pratama, Petani Milenial, Berjuang Keras Kembangkan Melon “Asing” Lewat Hidroponik

Fiska Indra Pratama, Petani Milenial, Berjuang Keras Kembangkan Melon “Asing” Lewat Hidroponik
Fiska Indra Pratama saat menunjukkan melon hidroponik miliknya. (sony/sejahtera.co)

Baca Juga :Pasangan Mundjidah – Sumrambah Resmi Terima Rekom dari Partai Demokrat, Langkahnya Semakin Kuat

Ia mengaku sempat frustasi karena pada awal penamaan seluruh pohon melonnya mati. Apalagi pada saat itu ia hanya bermodal nekat dan belajar bertani dari YouTube.

“Memang sudah tertarik berkebun, awalnya ya coba coba terus gagal coba lagi sampai berhasil, alasan pakai greenhouse dan hidroponik karena efisiensi lahan, karena dengan kedua cara ini dengan lahan yang terbatas, tetapi populasi bisa maksimal,” imbuhnya.

Read More

Jika dihitung budidaya yang dilakukan Fiska diklaim lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan cara konvensional.

Selain jumlah keuntungan lebih banyak, tanaman juga minim penggunaan pestisida.

Baca Juga :Aliansi Inklusi Kecam Tindakan Amoral Pejabat Disdikbud Jombang, Cemarkan Dunia Pendidikan

Selain itu menanam di dalam greenhouse dapat dilakukan di segala musim.

“Setahun itu saya bisa empat kali panen, kalau konvensional biasanya kan cuma satu atau dua kali dalam setahun,” terangnya.

Fiska juga menambahkan meski saat ini budidaya melon hidroponiknya sudah berkembang, namun dirinya tidak pelit ilmu.

Ia mempersilahkan kepada siapa saja yang mau datang dan belajar cara bertanam secara hidroponik.
Tak jarang greenhouse miliknya kerap dikunjungi para pelajar untuk wisata edukasi.

Baca Juga :Serukan “Boikot Pilkada”, Ratusan Massa Demo di Depan Kantor DPRD Kota Kediri

“Saya juga jual, harga mulai Rp 25.000 hingga Rp 50.000 per kilo. Kalau dihitung omzet per 1.000 tanaman bisa mencapai Rp 30 juta dalam sekali panen, dengan keuntungan bisa sampai Rp 21 juta untuk sekali tanam,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *