Yakni melalui dua program yaitu pembuatan pakan alternatif berbahan dasar onggok fermentasi dan pengelolaan pasca panen dengan pembuatan produk pangan daging entok siap saji.
“Agendanya penerapan teknologi pembuatan pakan alternatif onggok fermentasi dan pengelolaan pascapanen produksi ternak entok,” katanya.
Baca Juga :Usai Deklarasi Dukungan dan Lepas Merpati, Bambang-Bayu Langsung Mendaftar ke KPU
Dia menjelaskan onggok adalah limbah padat agro industri pembuatan tepung tapioka. Limbahnya dapat dijadikan sebagai media fermentasi dan sekaligus sebagai pakan ternak berprotein tinggi.
Selain lebih murah, onggok fermentasi juga bisa meningkatkan bobot daging entok. “Harapannya kesejahteraan peternak meningkat, peternak bisa menjalankan usaha secara mandiri,” katanya.
Pengabdian itu, lanjutnya merupakan tindak lanjut program pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga :Kecam Aksi Kekerasan, Demo di Depan Polres Kediri Kota
“Kami terimakasih ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang telah memberikan program pengabdian masyarakat dengan skema pemberdayaan masyarakat pemula,” pungkasnya.



















