Yaitu pemberian gizi pada ibu, kemudian bayi di bawah dua tahun sampai pada remaja agar tidak kekurangan energi kronis.
“Kemudian lingkungan keluarga kita memiliki program keluarga sehat yang beruntung, dimana rumah tangga dengan indeks kesehatan yang baik, mendapatkan insentif dari gaya hidup sehat dan germas yang dilaksanakan,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut Mas Ipin, untuk intervensi lingkungan melalui program adipura desa yang saat ini diperluas hingga ke tingkat adipura RT.
Program itu dinilai memiliki andil besar dalam menurunkan stunting dengan menciptakan lingkungan hingga sanitasi yang baik.
“Karena menurunkan pencemaran lingkungan melalui pengolahan limbah, kebun pangan sebagai kecukupan gizi juga penjagaan sumber air menjadi sumber air bersih yang sangat vital bagi penurunan stunting,” ujarnya.
Tak hanya kucuran dana insentif. Dalam kesempatan itu, Desa Tegaren Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek juga mendapatkan penghargaan atas keseriusannya dalam mengentaskan angka stunting.
Baca Juga :Jelang Pilkada, Polsek Ringinrejo Tingkatkan Patroli Kewilayahan, ini Tujuannya
Bahkan mereka mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
“Jadi selamat untuk seluruh komponen, kader, ibu-ibu PKK, dan tentunya kepada masyarakat Trenggalek. Kemudian saya ucapkan selamat kepada Tegaren, semoga ini bisa menginspirasi desa lainnya,” pungkasnya.



















