Telusuri Kekayaan Peninggalan Sejarah Kerajaan Nusantara, Prasasti Jadi Bahan Belajar Pegiat Aksara Kawi

Telusuri Kekayaan Peninggalan Sejarah Kerajaan Nusantara, Prasasti Jadi Bahan Belajar Pegiat Aksara Kawi
Beberapa pegiat aksara kawi yang tergabung dalam Komunitas Kulon Wilis Tulungagung saat mempelajari aksara kawi dari prasasti yang ada di Tulungagung.(Sugeng Riyadi )

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Kabupaten Tulungagung selama ini kerap dijuluki sebagai Kota Marmer. Namun dibalik itu semua, Kabupaten Tulungagung juga tidak luput dari saksi bisu digdayanya kerajaan-kerajaan di Nusantara.

Baca Juga :Lebih dari 1.300 Pelamar Rebutkan 100 Kuota CPN, Soal Sistem E-Materai Eror, Ini Kata BKD Trenggalek

Hal ini membuat Pegiat Aksara Kawi yang tergabung dalam Komunitas Kulon Wilis mengunjungi situs-situs bersejarah untuk mempelajari Aksara Kawi.

Read More

Kabupaten Tulungagung memiliki peran penting dalam jejak sejarah kerajaan di Nusantara. Hal itu terbukti dari banyaknya situs-situs bersejarah yang ada di Tulungagung.

Sebab 6 candi peninggalan kerajaan Hindu-Budha yang sudah eksis di Jawa sejak abad ke-9.

Enam candi yang ada di Tulungagung itu di antaranya meliputi Candi Gayatri dan Candi Dadi yang diyakini dibangun pada masa Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk.

Baca Juga :Pengairan Surut, Lahan Padi 900 Hektare di Tungagung Terancam Gagal Panen

Kemudian ada Candi Penampihan yang diduga berdiri sejak abad ke 9. Lalu Candi Sanggrahan, Candi Mirigambar dan Ampel.

“Melalui 6 candi itu, ada banyak sekali artefak kuno, ataupun prasasti yang ditemukan di Tulungagung, termasuk salah satunya Prasasti Lawadan, sebagai bukti tonggak berdirinya Tulungagung,” kata Sugeng Riyadi, Ketua Komunitas Kulon Wilis Tulungagung, Kamis (25/7/2024).

Dikarenakan banyaknya prasasti peninggalan kerajaan Hindu Budha di Tulungagung, membuat pihaknya bersama 64 pegiat aksara kawi dari seluruh daerah tertarik untuk berkunjung dan mempelajari aksara kawi. Itu karena aksara kawi yang ada pada prasasti ditulis dengan penanggalan yang akurat.

Baca Juga :Tanaman di Lahan Eks HGU PT Mangli Dian Perkasa Desa Puncu Kediri Lama Mati, Ratusan Petani Ganti Tanam Pisang dan Ketela

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *