Sementara ada pula Kelurahan Tanjungsari dan Pakunden terletak di Kecamatan Sukorejo. “Enam kelurahan ini yang menjadi atensi,” katanya.
Dia menjelaskan pihaknya menyebut enam kelurahan rawan kekeringan berkaca pada 2023 lalu. Sejumlah warga di kelurahan itu mengeluh debit airnya menyusut. Sehingga warga kesulitan air bersih.
Sebagai tindaklanjutnya, pihaknya bergerak dengan droping air bersih. Tak hanya BPBD Kota Blitar, Polres Blitar Kota juga ikut droping air menggunakan water canon.
Baca Juga :Kandang Berisi Pakan Ternak di Desa Pakisaji Tulungagung Terbakar, Kerugian Capai Rp 20 Juta
Agus menjelaskan lagi, untuk droping air bersih pihaknya juga sudah intensif komunikasi dengan kelurahan. Jika sewaktu-waktu ada lingkungan yang mengeluh kekurangan air bersih bisa koordinasi.
Sehingga nantinya ditindaklanjuti dengan menyalurkan air. “Untuk bak penampung air juga sudah tersedia. Ada 21 unit tandon air,” pungkasnya.



















