Blitar, SEJAHTERA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar mulai memetakan wilayah yang rawan kekeringan. Hasilnya ada enam kelurahan yang menjadi atensi rawan kekeringan.
Baca Juga :Polres Trenggalek Edukasi Soal Sepeda Listrik ke Sekolah-sekolah Dasar, ini Sebabnya
Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Blitar Agus Suherli. Dia mengatakan enam wilayah yang rawan kekeringan tersebar di sejumlah kecamatan.
“Enam wilayah yang rawan kekeringan sudah kami antisipasi. Ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat,” ujar Agus Suherli, Selasa (10/9/2025).
Enam kelurahan itu yakni Kelurahan Bendogerit di Kecamatan Sananwetan. Ada pula Kelurahan Ngadirejo, Tanggung dan Sentul. Tiga kelurahan itu berada di wilayah Kecamatan Kepanjenkidul.
Baca Juga :Disnaker Kabupaten Kediri Fasilitasi Kemudahan Calon PMI Mengurus Surat-surat ke Luar Negeri
Sementara ada pula Kelurahan Tanjungsari dan Pakunden terletak di Kecamatan Sukorejo. “Enam kelurahan ini yang menjadi atensi,” katanya.
Dia menjelaskan pihaknya menyebut enam kelurahan rawan kekeringan berkaca pada 2023 lalu. Sejumlah warga di kelurahan itu mengeluh debit airnya menyusut. Sehingga warga kesulitan air bersih.
Sebagai tindaklanjutnya, pihaknya bergerak dengan droping air bersih. Tak hanya BPBD Kota Blitar, Polres Blitar Kota juga ikut droping air menggunakan water canon.
Baca Juga :Kandang Berisi Pakan Ternak di Desa Pakisaji Tulungagung Terbakar, Kerugian Capai Rp 20 Juta
Agus menjelaskan lagi, untuk droping air bersih pihaknya juga sudah intensif komunikasi dengan kelurahan. Jika sewaktu-waktu ada lingkungan yang mengeluh kekurangan air bersih bisa koordinasi.
Sehingga nantinya ditindaklanjuti dengan menyalurkan air. “Untuk bak penampung air juga sudah tersedia. Ada 21 unit tandon air,” pungkasnya.



















