Namun, pada Kamis (5/9/2024) JTS selesai menjalani rawat inap dan mulai jalan. Demi mempermudah rawat jalan itu, dia kemudian memutuskan untuk tinggal di rumah kos tersebut.
“Korban ini sendirian tinggal di rumah kos, tetapi setiap hari korban dijenguk oleh kerabatnya. Dia tinggal di rumah kos itu karena untuk mempermudah rawat jalan atas penyakit pneumonia akut yang dideritanya,” ungkapnya.
Baca Juga :Penjual Ayam Warna-warni Asal Jombang Raih Omzet Puluhan Juta, Begini Ceritanya
Selama rawat jalan, kesehatan JTS berangsur mulai membaik. Namun, pada Rabu (11/9/2024), kerabat korban justru dikejutkan setelah mendengar kabar jika korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kamar kosnya.
Kerabat korban segera menuju rumah kos yang disewa korban dan sesuai kabar tersebut, saat itu korban sudah tidak bernyawa. Dikarenakan tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada jasad korban, petugas menduga jika korban meninggal dunia karena penyakit pneumonia akut yang dideritanya.
Baca Juga :Januari – September BPBD Ponorogo Catat Ada 70 Hektare Mengalami Karhutla
“Korban saat ini sudah dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan pada pemakaman umun setempat,” pungkasnya.



















