Panen Raya Tembakau di Jombang, APTI Keluhkan Turunnya Harga Tembakau Kering

Panen Raya Tembakau di Jombang, APTI Keluhkan Turunnya Harga Tembakau Kering
Saat petani tembakau di utara Sungai Brantas Jombang sedang menggantung daun tembakau basah untuk dikeringkan di tempat penjemuran. (istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Memasuki panen raya tembakau, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang mengeluhkan penurunan harga tembakau kering yang signifikan.

Baca Juga :Komunitas Kota Peduli Demokrasi Ponorogo Unjuk Rasa Tuntut Bawaslu Netral

Menurut Ketua APTI Jombang, Lasiman, salah satu penyebabnya adalah pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan, yang memperketat regulasi terhadap industri rokok.

Read More

Lasiman menjelaskan bahwa peraturan tersebut memperketat pengawasan terhadap zat adiktif dalam produk tembakau, yang berdampak pada penurunan konsumsi rokok.

Akibatnya, penyerapan tembakau oleh industri rokok pun menurun, yang secara langsung berimbas pada turunnya harga tembakau di tingkat petani.

Baca Juga :Paslon Bupati Pakai Logo Pemkab Tulungagung, Bawaslu Tulungagung: Masih Koordinasi

“Saat ini harga tembakau menurun rata-rata Rp 5 ribu per kilogram. Meski kelihatannya kecil, tapi jika dikalikan dengan jumlah besar, kerugian bagi petani cukup terasa,” kata Lasiman saat dihubungi via telepon, Jumat (13/9/2024) sore.

Menurutnya, penurunan harga ini dirasakan para petani meski harga komoditas tembakau sempat stabil sepanjang tahun 2023.

Harga tembakau, yang pada tahun lalu berada di kisaran Rp 47 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram, atau turun sekitar 10 persen.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *