Cerita Pengoleksi Ratusan Keris Berbagai Zaman Asal Trenggalek, Kepincut Berkat Orang Tua

Cerita Pengoleksi Ratusan Keris Berbagai Zaman Asal Trenggalek, Kepincut Berkat Orang Tua
Taslim saat mengikuti sebuah pameran benda pusaka (angga/sejahtera.co)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Ratusan keris dari berbagai zaman tersimpan rapi di sebuah rumah sederhana yang ada di Desa Melis Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek.

Baca Juga :KPU Jombang Tetapkan DPT Pilkada 2024 Sebanyak 1.012.800 Pemilih

Benda pusaka yang jadi saksi bisu perjalanan nusantara itu dimiliki Taslim (58) seorang pengoleksi benda-benda pusaka. Kecintaannya terhadap benda pusaka itu berkat leluhur.

Read More

Pria bernama lengkap Muhammad Taslim itu terbilang kawakan berkecimpung dalam dunia benda-benda pusaka seperti keris.

Bahkan bisa dibilang sejak kecil, karena orang tua bapak dua anak itu memang hobi mengoleksi benda-benda pusaka. Sedikit banyak, hal itulah yang turut mempengaruhinya sehingga ikut kepincut.

Baca Juga :Satresnakoba Polres Kediri Amankan Kuli Panggul Asal Sidorejo, Ini Penyebabnya

“Saya mengoleksi keris sejak tahun 1980 atau saat berusia 14 tahun. Tidak ujuk – ujuk suka, karena orang tua saya juga pengagum keris,” kata Taslim.

Ibarat pepatah Jawa ‘Witing tresno jalaran soko kulino’ membuat Taslim yang awalnya abai terhadap koleksi orang tuanya lambat laun mulai penasaran dan mengagumi karena setiap hari melihatnya.

Sebab, selain sebagai persenjataan pada zaman kerajaan dulu, keris juga dinilai memiliki filosofis mendalam.

“Keris bukan sekedar senjata, namun warisan budaya yang penuh filosofi,” imbuhnya.

Baca Juga :Pendaftar Membludak, 7 Formasi CPNS Masih Nihil Peminat, Ini Data BKPSDM Ponorogo

Selain filosofis, keris juga memiliki bentuk serta cerita tersendiri dari era-eranya. Nuansa khas pada keris menggambarkan tahun pembuatan maupun sejarah dari kerajaan mana keris itu berasal.

Ciri khas serta nilai sejarah itulah yang semakin memantapkan langkahnya untuk mengoleksi keris.

“Misal era Majapahit ciri khasnya seperti ini, kalau Singosari begini, Mataram dan seterusnya,” ujarnya.

Kecintaannya itulah yang membuat Taslim melangkahkan kakinya untuk berpetualang. Dari yang awalnya mengoleksi satu keris, kini menjadi sebanyak 350 keris dari berbagai zaman.

Baca Juga :Kecelakaan di Tulungagung Libatkan Tiga Kendaraan

Ratusan keris itu didapat dari sekitar Trenggalek, namun tak sedikit pula yang memaksanya harus berpetualang ke Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Sebenarnya kalau mau mencari keris yang bagus atau tua relatif mudah, karena banyak pameran dan kolektor di setiap daerah. Yang sudah itu mencari keris sesuai keinginan hati kita,” jelasnya.

Dia bercerita pernah mengagumi sebuah keris yang didambakan selama 10 tahun dan mendapatkannya tanpa sengaja ketika menginap di rumah temannya seusai pameran di wilayah Purwokerto Jawa Tengah.

Dia masih ingat, saat itu temannya meminta tidak boleh membelinya dengan uang, melainkan menukar dengan keris koleksinya.

Baca Juga :Pelajar Sumringah di Uji Coba Makan Gratis Kabupaten Kediri, Ini Pengakuan Siswa SMP Neger 2 Semen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *