Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Tiga hari pencarian jasad remaja berinisial MRAF (16) warga Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri yang hilang di Pantai Dlodo, Kabupaten Tulungagung belum ditemukan.
Baca Juga :Sekjen Kemnaker Buka Job Fair di Ponorogo, Ada 2.000 Lebih Lowongan Pekerjaan
Proses pencarian korban tergulung ombak masih dilakukan oleh Basarnas Trenggalek.
Koordinator Pos SAR Trenggalek, Nanang Pujo mengatakan, Kamis (19/9/2024) kemarin, atau hari ketiga pencarian, .jasad korban masih belum ditemukan dan harus dilanjutkan di hari keempat, Jumat (20/9/2024).
“Pencarian dilanjutkan pada hari keempat, dimana kami menyisir ke arah timur menuju Pantai Gayasan Kabupaten Blitar,” kata Nanang Pujo, Jumat (20/9/2024).
Baca Juga :DLH Jatim Tanam Bambu di Dilem Wilis Trenggalek, Ternyata ini Tujuannya
Pada penyisiran kali ini akan menjangkau radius pencarian kurang lebih 15 mil serta menyisir ke arah tengah laut kurang lebih lima mil. Selama proses pencarian, pihaknya menggunakan Live Craft Rubbee Boat (LCR) yang merupakan milik Basarnas dan yang masing-masing membawa dua unit LCR.
Tidak hanya menggunakan PCR saja, proses pencarian korban juga dilakukan menggunakan tiga unit perahu nelayan Pantai Sine Tulungagung untuk memperluas jangkauan. Dalam hal ini, sebanyak 40 orang personel terlibat meliputi Basarnas, TNI, Pol Airud Polri, dan masyarakat.



















