Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur mengajak peran serta masyarakat menanam pohon bambu di kawasan wisata Dilem Wilis Kabupaten Trenggalek. Penanaman pohon bambu itu dilakukan di area Kebun Raya Bambu yang tengah dirintis Pemkab Trenggalek.
Baca Juga :DPT Pilkada Trenggalek Lebih Banyak Ketimbang Pemilu, Segini Jumlahnya
Kabid Tata Lingkungan DLH Provinsi Jatim, Sulistiyowati menyebut, kegiatan itu bertujuan untuk mendorong wisata yang ada di Desa Dompyong Kecamatan Bendungan itu menjadi tempat wisata dan pencadangan keanekaragaman hayati.
Terlebih kawasan pabrik kopi peninggalan belanda itu juga menjadi pusat ekologi Trenggalek.
“Harapannya masyarakat mampu mendorong dan berperan aktif, menuntut atas hak lingkungan hidup yang lebih baik pada level kebijakan baik secara internasional, nasional maupun lokal,” kata Sulistiyowati.
Baca Juga :Fraksi DPRD Ponorogo 2024 – 2029, Lima Utuh, Dua Gabungan, ini Daftarnya
Bambu dipilih karena tanaman ini juga memiliki fungsi lain, yaitu menjaga ketersediaan air dalam tanah selain menjaga sedimen tanah dari banjir dan tanah longsor.
Bambu juga mempunyai kemampuan menyerap gas rumah kaca lebih baik dari tanaman keras lainnya.
“Sehingga gerakan penanaman bambu ini sebagai wujud tekad untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan lebih baik. Kita lihat suasana di sekitar kita terlihat hijau, sejuk dan rimbun mari kita semua pertahankan kelestarian ini,” imbuhnya.
Baca Juga :Penyidik Laka Lantas Kota Batu Selidiki Kasus Tabrak Lari yang Menewaskan Pemuda Pandanrejo
Selain itu, bambu juga memiliki fungsi ekonomis. Banyak produk-produk bambu yang sukses menjadi daya pikat di pasar ekspor. Pihaknya-pun mengapresiasi langkah Pemkab Trenggalek dalam memajukan ekonomi namun tak mengabaikan aspek ekologi.



















