Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Pemkab Trenggalek mengklaim stok beras di daerahnya aman hingga akhir Desember 2024. Saat ini ada sebanyak 760 stok beras di gudang bulog Trenggalek. Jumlah itu belum termasuk tambahan 900 ton beras impor yang rencananya tiba pada Oktober 2024 ini.
Baca Juga :Setubuhi Gadis Bawah Umur, Warga Ngronggot Menginap di Polres Nganjuk
“Dengan jumlah itu, dipastikan stok beras di Kabupaten Trenggalek aman hingga akhir Desember 2024,” kata Sekda Trenggalek, Edy Soepriyanto saat meninjau gudang beras Bulog Karangsoko.
Stok beras itu nantinya bakal digunakan di antaranya untuk memenuhi kebutuhan daerah, seperti misalnya gerakan pangan murah untuk mengatasi lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang Natal dan tahun baru. Gerakan pangan murah itu diwujudkan melalui kegiatan operasi pasar.
Baca Juga :Setubuhi Gadis Bawah Umur, Warga Ngronggot Menginap di Polres Nganjuk
“Seperti gerakan pangan murah, yang insyaallah stock aman untuk bulan Agustus hingga Desember. Kemudian kesiapan operasi pasar yang nanti juga kita laksanakan insidental sesuai kebutuhan, insyaallah stok aman,” imbuhnya.
Soal beras impor, lanjut Edy, menjadi langkah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri ditengah kesenjangan antara kebutuhan dan produksi beras sehingga harga beras di masyarakat tetap stabil. Meskipun begitu, serapan produksi beras dalam negeri tetap dioptimalkan.
Baca Juga :Tak Tampung PPDB, Komisi C DPRD Kota Batu Berikan Perhatian Pemberlakuan Jalur Zonasi hingga RW



















