“Trend-nya sekarang produksi beras negeri sudah mulai turun. Meskipun secara umum stok kita aman-aman saja, tapi bagaimana kita bisa mengupayakan produk beras dalam negeri bisa maksimal, termasuk di Kabupaten Trenggalek,” pungkasnya.
Kepala Gudang Bulog Trenggalek, Yuli Hartono menambahkan, 900 ton tambahan beras impor itu dijadwalkan tiba pada 4 Oktober. Selain tambahan beras impor, bulog juga masih menyimpan sebanyak 120 ton cadangan beras lokal yang nantinya diprioritaskan dalam pendistribusian kegiatan gerakan pangan murah.
Baca Juga :Polres Trenggalek Sita 21,92 Gram Sabu dan 1.348 Butir Dobel L
“Untuk stok beras bulog per 26 September sebesar 760 ton dan pada tanggal 4 ini terjadwal kita mau dapat dari impor sebesar 900 ton,” tambah Yuli.
Untuk saat ini, bulog belum menambah cadangan beras dari produksi lokal karena kesenjangan harga. Yuli menyebut, stok beras yang ada di gudang bulog itu merupakan stok yang masuk pada bulan lalu.
Dengan total jumlah itu, pihaknya menyebut stok cadangan beras pemerintah itu aman hingga akhir Desember.
Baca Juga :Pilkada 2024, Pj Bupti Jombang: ASN Diminta Tidak Terlibat Kegiatan Terindikasi Dukungan
“Untuk sementara ini karena harga gabah itu masih tinggi, jadi sementara ini belum ada yang masuk ke Bulog. Stok ini merupakan stok yang masuk bulan yang lalu,” kata dia.



















