“Saya kasihan sama kakak juga di Taiwan. Jauh-jauh mencari uang juga untuk anak. Tetapi ternyata malah seperti ini. Nyesek rasanya mas,” katanya. Rencananya, sang ibu dalam beberapa minggu ini bakal pulang ke kampung halaman.
Seperti diketahui, kekerasan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Blitar. Pelajar MTs tewas usai dilempar kayu berpaku hingga menancap di kepala.
Informasi yang berhasil dihimpun kejadian sekitar seminggu lebih. Hanya saja baru tercium warga beberapa hari lalu. Polisi pun akhirnya bergerak dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Mulai pengurus sekolah, oknum guru hingga keluarga korban. Termasuk rumah sakit yang menangani.
Baca Juga :KPU Jombang Siap Gelar Kirab Maskot Pilkada 2024 di 21 Kecamatan
Kepala Seksi Humas Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar, MKKA (14) warga Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Sementara oknum guru adalah U, yang sehari-hari mengajar di MTs swasta plus di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok. MTs ini adalah sekolah favorit yang dikelola oleh sebuah yayasan.
Dia mengatakan, dugaan penganiayaan itu berawal pada ketika oknum guru mendapati korban yang masih nongkrong saat masuk waktu salat Dhuha.
Saat diminta beranjak oknum guru tersebut tidak mendapat respons dan akhirnya emosi. Puncaknya spontan melempar kayu berpaku mengenai kepala korban.
Baca Juga :Masa Kampanye, Ratusan Baliho Petahana di Kabupaten Blitar Mulai Diturunkan
Begitu mendapati korban tak bergerak, sejumlah siswa lain panik. Oleh guru dan pengurus sekolah dibawa ke RSUD Srengat, Kabupaten Blitar.
Tetapi ternyata karena parah, angkat tangan. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, dirujuk ke RSUD di Kabupaten Kediri. Tetapi ternyata nyawanya sudah tak tertolong.



















