“Bapak-bapak sampun Piro pinten duit anggaran Kabupaten Kediri per tahun, kathah pak 3,6 triliyun atau 3.600 milyar / tahun. La kebutuhan 300 juta per dusun se Kabupaten Kediri niku Namum 350 m, namung 10 persen saking APBD Kabupaten Kediri. Niki program nyata pak, realistis sangat mudah diwujudkan. Panjenengan sedoyo kampungnya butuh nopo mawon saget diwujudkan lewat anggaran dusun niku,” tegas Deny.
Untuk lebih meyakinkan para sesepuh thoriqoh di Kabupaten Kediri itu, Deny melakukan kontrak politik. Ini untuk mempertanggung jawabkan program itu siap dipertanggung jawabkan.
“Benjang menawani kito menang, jenengan nagih kulo. Dalam kinerja tahun ke 2 kok saya tidak mewujudkan program, kulo siap mundur dari jabatan bupati,” pungkas Mas Deny.
Sementara itu, pengasuh pondok Pesantren Sabilil Huda Bukaan Desa Keling Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri, yang juga pengurus DPW Ikatan Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (Itqon) Kediri Gus Miftah Mansur mengapresiasi, terkait silaturohmi Pak Deny.
Baca Juga :Santap Gurami Bakar, Puluhan Warga Selorejo Terkapar dan Mual-mual
“Di sini memang sebagai wadah silaturohmi dengan Itqon Kabupaten Kediri. Silaturohmi itu penting dan harus kita jaga, terhadap siapapun yang rawuh kesini, dan kita selalu mendapatkan berkah dari silaturohim ini, ” imbuhnya.
Pengasuh Ponpes yang akrab disapa Gus Miftah ini menegaskan, sambutan terhadap Mas Deny sangat antusias, karena masyarakat disini baru ketemu kali ini dengan Mas Deny cabup no urut 1.



















