Blitar, SEJAHTERA.CO – Kasus tewasnya santri Pondok Pesantren Al-Mahmud di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar menjadi atensi Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar.
Baca Juga :Video Diduga Kecelakaan Kerja Viral, Satu Pekerja Meninggal dan Dua Luka-Luka
Kemenag semakin terpacu untuk gencar membina pondok pesantren demi menciptakan lingkungan Pendidikan ramah anak.
Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Blitar, Baharudin. Dia mengakui sebenarnya pihaknya sudah gencar sosialisasi dan turun ke lapangan ke pondok-pondok. Harapannya untuk menyelipkan Pendidikan dan lingkungan yang ramah anak.
“Dan saat ini kami akan semakin gencar turun ke lapangan. Bukan hanya pondok, tetapi juga madrasah dan Pendidikan di bawah wewenang kami,” kata Baharudin, Kamis (3/10/2024).
Baca Juga :Masyarakat Laporkan Dugaan Pelanggaran Netralitas PPDI Tulungagung, Bawaslu Lakukan Ini
Baharudin mengatakan, sebenarnya Upaya menciptakan Pendidikan dan lingkungan ramah anak sudah lama dilakukan. Bahkan, dilakukan sejak tiga tahun lalu. Tak hanya turun ke satuan Pendidikan madrasah hingga pondok juga sinergi dengan Lembaga yang mengurusi masalah perlindungan anak.
Dalam hal ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI. Dengan KPI membuat dan menerbitkan SK yang ditujukan kepada satuan Pendidikan.
“Iya, dengan adanya surat Keputusan, berarti satuan pendidikan yang bersangkutan menjunjung tinggi pendidikan dan ramah anak,” katanya.
Baca Juga :Lemas Saat Diperiksa, Kesehatan Tersangka Persetubuhan Santri di Trenggalek Membaik
Dalam waktu dekat ini, lanjutnya, pihaknya bakal menyatukan satuan Pendidikan mulai madrasah hingga pondok pesantren untuk duduk bersama.
Agendanya selain istighotsah atau doa bersama, juga menyatukan visi untuk menjadikan pondok atau madrasah sebagai rumah kedua yang ramah anak. Harapannya jangan sampai kasus kekerasan di lingkup pondok atau madrasah terulang lagi.
“Secepatnya akan kami agendakan. Ini juga untuk Pendidikan anak,” katanya.



















