Aris juga mengakui pada saat itu persaingan dunia fotografi sudah sangat ketat, ditambah perkembangan alat fotografi pada saat itu sangat cepat.
Baca Juga :Pos Kesehatan TMMD ke-122, Ratusan Warga Desa Pagung Ikut Periksa Kesehatan Gratis
Selain fotografi dirinya juga melihat peluang sebagai konten kreator, pasalnya sudah banyak media sosial yang memiliki cakupan yang lebih luas.
“Tukang foto itu banyak, tapi yang membedakan saya adalah fokus saya pada dunia konten kreator. Itu yang mungkin menjadi nilai tambah di tengah banyaknya jasa fotografi,” katanya.
Sebagai konten kreator, Aris melihat bahwa pasar untuk wedding dan prewedding cukup terbatas. Sementara itu, menjadi konten kreator membuka peluang lebih luas untuk menjangkau lebih banyak orang.
Baca Juga :Pemerintah Salurkan Bantuan Beras Cadangan Pangan pada 897 KPM, Pj Bupati Jombang Pesan Ini
“Konten kreator itu bisa mencakup mass market. Kalau hanya wedding, target kita hanya orang yang akan menikah, sedangkan konten kreator bisa menjangkau siapa saja,” kata Aris.
Kini, setelah 10 tahun berkarir, Aris Setyawan berhasil membuktikan bahwa dengan tekad dan dedikasi, hobi sederhana bisa berubah menjadi profesi yang sukses.
Dengan tetap fokus pada kualitas dan inovasi, Aris terus berkembang di dunia fotografi dan konten kreator.
Baca Juga :Sempat Kabur ke Rumah Teman, Pelaku Penganiayaan Adik Diringkus Polres Kediri Kota
“Dukanya, kita harus selalu mengikuti algoritma. Capek nggak capek, tetap harus bikin konten setiap hari, meskipun lagi sakit sekalipun. Tapi karena ini bidang yang saya senangi, saya tetap enjoy menjalaninya,” tutup Aris.



















