Selain itu ada delapan desa di Kecamatan Trenggalek dan tujuh desa di Kecamatan Pogalan. Desa terdampak di Trenggalek meliputi Ngares, Sumberdadi, Karangsuko, Sukosari, Parakan, Dawuhan, Kelurahan Tamanan dan Sambirejo.
Sementara di Kecamatan Pogalan meliputi Desa Ngulanwetan, Pogalan, Gembleb, Ngadirejo, Ngulankulon, Wonocoyo dan Bendorejo.
Baca Juga :Paparkan 7 Program Unggulan, Vinanda – Gus Qowim Sapa Warga Burengan
“Kemudian Desa Tanggaran, Sukokidul di Kecamatan Pule, Mlinjon, Wonokerto di Kecamatan Suruh, Sumberejo, Gador di Kecamatan Durenan, Ngulungwetan di Kecamatan Munjungan serta Desa Gemaharjo dan Desa/Kecamatan Watulimo,” tambahnya.
Wilayah terdampak kekeringan lainnya, lanjut Triadi adalah Desa Pandean, Cakul, Watuagung dan Ngerdani di Kecamatan Dongko, Jatiperahu, Ngentrong, Jati, Kayen, Buluagung di Kecamatan Karangan, Sengon, Srabah, Depok, Masaran di Kecamatan Bendungan dan Wonanti, Ngrayung, Sukorejo dan Wonorejo di Kecamatan Gandusari.
Baca Juga :Keracunan Masal Diduga Imbas Gurami, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar: Tercemar Salmonella
“Sementara untuk wilayah-wilayah terdampak bervariasi, artinya daerah terdampak tahun lalu belum tentu mengalami kekeringan pada tahun ini,” bebernya.
Jika dibandingkan data pada 2 Oktober lalu, ada tambahan 3 desa yang mengalami kekeringan. Tiga desa itu adalah Desa Buluagung di Kecamatan Karangan, Desa Sambirejo di Kecamatan Trenggalek dan Desa Gemaharjo di Kecamatan Watulimo.
Jumlah itu berpotensi bertambah seiring belum turunannya hujan. “Beberapa waktu lalu turun hujan, tapi belum bisa menanggulangi dampak kekeringan,” pungkasnya.



















