Keracunan Masal Diduga Imbas Gurami, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar: Tercemar Salmonella

Keracunan Masal Diduga Imbas Gurami, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar: Tercemar Salmonella
Sejumlah warga yang keracunan dan mendapatkan perawatan tim dokter beberapa waktu lalu. Saat ini sudah Kembali beraktivitas seperti semula.(istimewa)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Kasus keracunan masal karyawan peternakan ayam usai menyantap gurami bakar akhirnya diketahui penyebabnya.

Baca Juga :Aksi Solidaritas Hakim Indonesia, Jadwal Sidang Dikosongkan Sepekan, Ini Kata Jubir PN Ponorogo

Para korban yang berasal Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar itu diduga kuat karena air untuk mengolah dan masakan gurami mengandung baktrei salmonella yang akhirnya membuat warga mual dan muntah.

Read More

Hal itu diketahui setelah Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Blitar menggelar uji laboratorium sendiri.

Dinkes menguji sampel berupa makanan catering yang dikonsumsi oleh warga. Hasilnya untuk sementara diduga air positif mengandung bakteri salmonella.

Baca Juga :Satu Guru Meninggal dalam Rombongan SMAN 1 Kedungwaru, Rem Kendaraan Blong di Tol Surabaya – Mojokerto

“Kalau dari uji lab di dinkes karen karena air masakan gurami diduga mengandung bakteri salomonella. Itu hasil dari kami.

Kalau untuk yang dilakukan di Dinkes Provinsi Jawa Timur, hasilnya belum keluar,” kata Koordinator Surveilans dan Imunisasi, Dinkes Kabupaten Blitar Endro Pramono, Selasa (9/10/2024).

Dia menjelaskan, pasca kejadian pihaknya langsung turun tangan. Selain menangani para korban keracunan juga mendatangi catering yang menyediakan makanan olahan gurami.

Baca Juga :Parkir Liar, Pemilik Kendaraan Ditilang Polres Kediri Kota

Salah satunya menguji air tempat masak menu gurami.

“Air yang digunakan penyedia makanan yang digunakan mencuci dan memasak ikan gurami, diduga terkontaminasi dengan ikan yang mentah. Nah, air itu ada bakteri salmonella ini jenis bakteri penyebab diare,” katanya.

Meski hasil dari provinsi belum keluar, karena lokasi catering berada di Kabupaten Blitar, dinkes pun bergerak. Usai meneliti dan uji laboratorium, langsung mendatangi catering.

Harapannya pihak catering berhati-hati dalam memasak.

Baca Juga :BPNT Cair, Dinsos-PPPA Ponorogo: Jangan Dikaitkan Politik

Salah satunya menjaga kualitas air yang digunakan untuk memasak dan mengolah gurami.

“Katanya air yang digunakan untuk mencuci ini dari sumur bor, dan digunakan berkali-kali mencuci olahan gurami,” katanya.

Dia melanjutkan, masih menunggu hasil dari pemerintah provinsi untuk dicocokkan dengan hasil uji di Dinkes Kabupaten Blitar.

Sebab laboratorium provinsi, selain sisa makanan, juga mengambil sampel feses warga yang keracunan.

Baca Juga :Bocah Kediri Tenggelam Ditemukan 3 Jam usai Pamit Memancing

Sampai saat ini, para warga yang sebelumnya keracunan kondisinya sudah membaik dan Kembali beraktivitas seperti biasanya.

Dinkes berharap agar penyedia makanan benar-benar mengutamakan higienitas menu masakan. Jangan sampai terkontaminasi bakteri yang membahayakan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *