Seperti diketahui, ajang bagi-bagi makanan menu gurami goreng karyawan peternakan ayam Jatinom, Kanigoro, Kabupaten Blitar berbuah petaka.
Baca Juga :Uang Milik Guru TK dan Tabungan Siswa di Jombang Raib Digondol Maling, Begini Ceritanya
Sedikitnya 22 orang terdiri dari karyawan peternakan dan keluarga keracunan.
Puluhan warga itu mengeluh pusing dan mual-mual atau muntah. Akibatnya, para warga itu harus mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter.
Mereka yang keracunan dirawat di sejumlah fasilitas layanan Kesehatan atau fasyankes. Sebanyak 22 warga itu berasal dari Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.
Warga yang keracunan itu di antaranya sebanyak delapan dirawat di klinik Pelita Husada di Kecamatan Selorejo.
Baca Juga :Inovasi Pendekar Beraksi dan Ubblik Madangi Ati Trenggalek Raih Penghargaan KemenPANRB
Ada pula enam pasien dirawat di Puskesmas Selorejo, dua pasien di RS Wafa di Kesamben dan 2 pasien dirawat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
Sementara 4 warga yang keracunan sudah diperbolehkan pulang tetapi kondisi kesehatannya masih dipantau terus.
Petaka 22 warga yang keracunan itu berawal ketika pada acara hajatan rutin yang dilakukan peternakan ayam besar di Kanigoro.
Yakni PT JI. Nah, usai hajatan itu para karyawan mendapatkan makanan berupa satu paket gurami bakar.
Baca Juga :Galau Penghentian Prodamas Plus Melalui Pesan WA, Pokmas Konsultasi ke Kejari Kota Kediri
Terdiri dari gurami bakar, lalapan dan sambal yang diletakkan di wadah mika. Itu terjadi pada Sabtu (28/9/2024).
Pembagian makanan dilakukan dari ke rumah oleh penanggungjawab Perusahaan. Bahkan, bagi-bagi makanan itu berlanjut hingga Minggu (29/9/2024) oleh penyedia makanan atau catering.
Satu paket. Ada gurami bakar 1 ekor, sambal, lalapan dan minuman kemasan. Bagi-bagi makanan sudah rutin dilakukan setiap bulan
.Nah, para karyawan dan keluarga yang menerima makanan gurami langsung menyantap. Pembagian dilakukan pada pukul 10.00. Baik pada Sabtu atau Minggu.
Baca Juga :Alumni Relawan Bumbung Kosong 2020 Dukung Paslon Deny-Mudawamah
Beberapa jam setelah menyantap petaka terjadi. Para penerima paket mengaku mual, pusing dan muntah.
Bahkan perut terasa kaku. Penerima makanan ada yang gejalanya tiga jam setelah makan ada pula yang keesokan harinya atau 10 jam.
Akhirnya, para korban pun beramai-ramai menuju puskesmas dan ada pula yang berlanjut ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Polisi yang menerima laporan segera bertindak.
Polres Blitar bersama dinas Kesehatan mendatangi puskesmas di Desa Boro, Kecamatan Selorejo untuk pengecekan. Dan memang ada pasien yang keracunan. Petugas mengambil sampel makanan, feses hingga air liur untuk dicek atau dites.



















