Mariono kemudian masuk ke dalam pangkas rambut dan duduk sebentar di kursi panjang yang berada di sebelah utara, dan sempat mengobrol kurang lebih 1 menit dengan Muhammad Amin.
“Korban duduk di kursi untuk dipangkas rambutnya. Kurang lebih 5 menit dipotong (hampir selesai), Amin melihat kondisi korban mengalami kejang-kejang dan berkeringat selama satu menit,” jelasnya.
Ardian Wahyudi melanjutkan, korban langsung tidak sadarkan diri sehingga membuat tukang pangkas rambut menjadi kaget. Selanjutnya, meminta bantuan tetangganya dan dilaporkan ke Polsek Ngasem.
Baca Juga :Dilanda Kekeringan, Data BPBD Kota Blitar: Sejumlah Lokasi Didroping Air Bersih
Petugas yang mendatangi lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan Bidan Desa Tugurejo dan Tim Inafis Polres Kediri, tidak ditemukan adanya luka akibat tindak pidana atau kekerasan pada tubuh korban.
“Korban meninggal dunia dikarenakan sakit dan memiliki riwayat sakit sesak dan hipertensi,” bebernya.
Tak hanya itu, lanjut dia, pihak keluarga korban membuat surat pernyataan dan menerima dengan ikhlas kejadian tersebut sebagai musibah serta tidak bersedia dilakukan otopsi.
Baca Juga :Dijanjikan Upah usai Edarkan Narkoba, Montir Diringkus Polres Kediri
Selanjutnya, petugas kepolisian mengevakuasi korban menuju mobil ambulan RSUD Simpang Lima Gumul (SLG).
“Si korban ini memang sudah rutin atau langganan di tempat pangkas rambut milik Muhammad Amin,” ungkap Kapolsek Ngasem.


















