Menurut Fitri, bantuan perlengkapan untuk membuka toko kelontong ini jika dinominalkan nilainya mencapai Rp 5 juta, sehingga hasil dari penjualan itu bisa dipakai Winna dan Sella untuk biaya hidup.
Namun, dia akan terus memantau dan melakukan pendampingan selama mereka menjalankan usaha ini.
“Tentunya akan terus kami pantau dan kami berikan pendampingan, agar usaha yang dijalankan Winna dan Sella ini bisa berjalan,” ungkapnya.
Fitri berharap jika bantuan membuat kakak beradik ini bisa hidup mandiri tanpa perlu bergantung pada bantuan orang lain.
Sementara itu, Winna (19) berterimakasih kepada pemerintah yang sudah mempedulikan nasib mereka dan berkenan untuk memberikan bantuan. Pihaknya bahkan mengakui jika perabotan di rumahnya sudah habis dijual lantaran untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Baca Juga :Masifkan Program P2L, ini Target Pemkab Trenggalek
Menurut Winna, dirinya hanya tinggal berdua dengan adiknya Sella selama dua tahun terakhir, dimana pada tahun 2021 ayahnya lebih dulu meninggal dunia.
Kemudian pada tahun 2022 kemarin, mereka kembali ditinggal orang tuanya yakni ibunya yang juga meninggal dunia, sejak saat itu, keduanya hidup mandiri.
Baca Juga :Perempuan di Bekas Lokalisasi Ngunut Tulungagung Ditemukan Tewas, Diduga ini Penyebabnya
“Kami sudah hidup mandiri selama dua tahun terakhir. Tetapi karena saya kekurangan (Disabilitas mobilitas), dan adik saya juga masih remaja, sehingga untuk mencukupi kebutuhan hidup dibantu tetangga,” kata Winna.



















