“Selain itu juga potensi pohon tumbang yang patut diwaspadai,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono, Rabu (23/10/2024).
Sebab, berkaca pada hujan dua hari berturut-turut yang terjadi pada 19-20 Oktober 2024 lalu mengakibatkan sebanyak 23 rumah rusak ringan dan sebuah jembatan rusak berat atau putus total. Peristiwa itu terjadi di tujuh desa dari 4 kecamatan.
Baca Juga :Tubruk Elf, Pemotor di Trenggalek Meregang Nyawa, Begini Kejadiannya
Dengan rincian bencana longsor di Desa Dukuh dan Sawahan Kecamatan Watulimo, longsor di Desa Jombok dan Desa/Kecamatan Pule serta longsor dan banjir di Desa Tawing dan Bangun di Kecamatan Munjungan. Kemudian ada retakan tanah di Desa Sumurup Kecamatan Bendungan.
“Sebanyak 69 jiwa dari 23 kepala keluarga terdampak. Tidak ada laporan korban meninggal dunia dalam peristiwa itu,” imbuhnya.
Di lain sisi, BPBD Trenggalek bersama instansi terkait terus melakukan langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak bencana. Diantaranya adalah memastikan seluruh alat deteksi bencana di Trenggalek berfungsi dengan baik, maupun langkah-langkah mitigasi lainnya.
“Termasuk kesiapsiagaan masyarakat itu sendiri menghadapi potensi bencana. Kita bentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di masing-masing wilayah sesuai dengan potensi bencananya,” pungkasnya.



















