Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Seiring dengan datangnya musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo menghentikan pengiriman air bersih untuk 7 kecamatan, 19 desa, dan 24 dukuh dengan warga terdampak 3.690 jiwa atau 1.319 KK yang sedang mengalami kesulitan air bersih.
Penghentian bantuan air bersih tersebut dimulai Rabu (6/11/2024). Berdasarkan hasil assessment yang telah dilakukan, sumber mata air desa yang mengalami kekeringan tersebut sudah mulai kembali muncul meski debit air masih kecil.
“Hasil assessment kita memang sudah muncul mata air, setelah hujan mulai mengguyur wilayah Ponorogo walapun debitnya masih kecil,” Ungkap Agung Prasetyo, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo.
Baca Juga :Jelang Coblosan 27 November, Polres Blitar Cek Kesehatan Personel, Pastikan Kondisi Prima di TPS
Dia menambahkan, selain mata air yang sudah kembali muncul. Kondisi lokasi wilayah yang mayoritas berada di perbukitan juga menjadi kendala saat pengiriman karena medan jalan menjadi licin dan berbahaya bagi petugas pengiriman.



















