Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Dua pelajar SMKN 1 Bandung yang meninggal dunia selama dua hari berturut-turut akibat kecelakaan rupanya tidak memiliki SIM dan tidak memakai helm saat kejadian.
Baca Juga :Jelang Coblosan 27 November, Polres Blitar Cek Kesehatan Personel, Pastikan Kondisi Prima di TPS
Hal ini sangat disayangkan, lantaran orang tua kedua korban memperbolehkan anak di bawah umur untuk membawa kendaraan bermotor.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik nabila mengaku sangat menyayangkan hilangnya nyawa dua pelajar SMKN 1 Bandung akibat kecelakaan.
Diketahui, satu pelajar yang meninggal dunia usai terlibat adu banteng dengan kendaraan truk saat perjalanan pulang dari sekolah menuju rumah.
Baca Juga :Lubang Misterius di Tengah Aliran Sungai Desa Dawuhan, Ini Kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar
Sedangkan satu pelajar lainnya, mengalami kecelakaan saat hendak berangkat sekolah. Korban menyenggol motor temannya dan oleng, sehingga tertabrak kendaraan dari arah berlawanan.
Dua peristiwa ini terjadi dalam kurun waktu belum sampai 24 jam, yang mana kejadian ini terjadi selama dua hari berturut-turut.
“Pada Rabu (31/10/2024) malam, korbannya Fiantika Emedy Ferly yang meninggal setelah adu banteng dengan truk. Pada pagi harinya, di hari Kamis (01/11/2024), korbannya Arsya Akbar.
Dua kejadian ini terjadi belum sampai 24 jam,” kata AKP Taufik Nabila, Rabu (6/11/2024).
Baca Juga :Debat Publik Pilbup, Polres Ponorogo Terjunkan 300 Personel Gabungan, Akan Ada Pengawalan Ketat
Pasca kejadian itu, Taufik sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan mendapati jika kedua korban tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).



















