Baca Juga :Lubang Misterius di Tengah Aliran Sungai Desa Dawuhan, Ini Kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar
Ketika suatu kota namanya sudah besar, wisatanya terkenal, namun tidak bersih, sampah menumpuk di mana-mana, maka wisatawan akan enggan datang kedua kalinya.
“Misal terkait izin, untuk membangun destinasi wisata di desa pasti harus ada izin, nah kami berharap teman-teman ini supaya dipermudah izinnya tapi tetap harus sesuai aturan yang berlaku. Seperti amdalalin dan sebagainya,” katanya.
“Pemerintah jangan fokus pembangunan wisata besar-besar saja yang dipermudah perizinannya. Kami yang berbasis desa ini juga harus diperhatikan,” katanya lagi.
Baca Juga :Kurang dari 1 Bulan, Satreskrim Polres Ponorogo Sikat Para Penjudi Online dan Offline
“Lalu pengelolaan sampah di kota wisata. Ini krusial kan sampah itu. Ketika suatu kota, desa wisata tidak didukung kebersihan yang maksimal ya eman juga, muspro,” sambungnya.
Untuk menjawab seluruh kebutuhan dan keinginan para pegiat desa wisata di Kota Batu itu, Dadi menilai calon walikota yang programnya paling sesuai adalah paslon Firhando Gumelar – Haji Rudi.
Apalagi para pengelola desa wisata di Kota Batu sudah pernah diskusi dengan Firhando Gumelar terkait cara mengangkat wisata berbasis desa. Terlebih, paslon GURU memiliki program 1 desa 1 wisata.
Dari program itu sudah terlihat bahwa paslon GURU ini lah yang akan membangun wisata Kota Batu dari desa-desanya.
Baca Juga :Ada 1980 Rumah di Kabupaten Kediri yang Direhab di Program Rutilahu
Terkait dengan sampah, Dadi juga melihat hanya paslon GURU yang memiliki komitmen dalam menyelesaikan sampah di Kota batu.
Bahkan pengelola desa wisata sudah ditunjukan blue print dan desain besar penyelesaian masalah sampah dari paslon GURU. Apalagi sudah berkomitmen bahwa jika GURU terpilih, 10 bulan masalah sampah di Kota Batu akan beres.
“Kami sudah pernah diskusi dengan Mas Gum ya. Ada korelasi yang kuat antara keinginan kami dengan program dari Mas Gum. Salah satunya mengembangkan smart city di Kota Batu,” ujarnya.
Baca Juga :Perampok Satroni Minimarket di Jombang, Gasak Puluhan Juta Rupiah
“Nah, desa wisata ini yang memang butuh hal itu. Harapannya ada korelasi atau hubungan yang kuat sehingga pembangunan desa wisata bisa lebih kuat lagi utamanya di dunia digital,” ujarnya lagi.
“Wajib hukumnya mengikuti dunia digital, kalau tidak pasti ketinggalan. Teman-teman merasa konek antara pengelola desa wisata dengan visi misi Mas Gum. Kami berharap ini terealisasi karena memang ini keinginan kami sejak lama,” tutupnya.



















