Ia berharap masyarakat menjadi lebih sadar akan dampak negatif jika minyak bekas dibuang sembarangan. “Sekarang warga sudah jarang membuang jelantahnya, mereka memilih menyimpannya untuk ditukarkan di sini,” terangnya.
Menurut Maftuhah, program ini juga mengajarkan warga tentang pengelolaan limbah rumah tangga secara sederhana. Selain memberikan manfaat ekonomi, program tukar jelantah ini juga mendorong masyarakat lebih peduli lingkungan.
Ia menambahkan, inovasi ini diharapkan bisa terus berjalan dan menginspirasi lebih banyak pihak.
Baca Juga :Pemerintah Kota Kediri Berikan Wawasan Keamanan Pangan pada Ratusan PKL
“Semoga program ini bisa berkelanjutan dan diterapkan di tempat lain, sehingga semakin banyak warga yang terlibat dalam menjaga lingkungan,” katanya.
Warga pun merasa terbantu. Selain bisa mendapatkan sembako, mereka juga ikut berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Program ini menjadi contoh nyata bagaimana limbah rumah tangga dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat.
Baca Juga :Alasan Kemanusiaan, Cabup Rini Syarifah Maafkan Perusak APK Rindu, Cabut Laporan ke Bawaslu
Salah satunya seperti diungkapkan Yuli, salah satu warga. Ia merasa terbantu dengan adanya program ini. “Saya bawa tiga setengah kilo jelantah, dan bisa dapat gula, bumbu dapur, dan garam. Jelantah kalau dibuang kan sayang, lebih baik ditukar buat tambahan kebutuhan dapur,” ucapnya dengan puas.



















