Hasil laporan RT, lanjut dia, lebih dari 50 rumah warga rusak dan paling parah dua tembok jebol. Sisanya juga mengalami rusak ringan. Pihaknya juga melakukan langkah-langkah dengan berkoordinasi BPBD Kabupaten Kediri dan muspika setempat.
Baca Juga :Stok Pupuk Bersubsidi di Tingkat Petani di Ponorogo Dipastikan Lancar, ini Penjelasan Dispertahankan
Hari ini, akan mendatangkan alat berat untuk membersihkan pohon bambu yang ada di jembatan dan menutup menggunakan bronjong.
“Insyaallah debit air merendam rumah warga akan menurun,” tambahnya.
Menurut lelaki yang juga menjabat sebagai Koordinator Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana di LPBI, banjir sebelumnya pernah terjadi beberapa kali atau hampir setiap tahun, namun yang terparah adalah saat ini.
Sedangkan, warga yang rumahnya terdampak akibat tanggul jebol dan air meluap itu sudah mengungsi di rumah tetangganya maupun saudaranya.
“Sebenarnya pemerintah desa sudah menyiapkan di tempat pengungsian, tapi mereka (warga) memilih di dekat rumahnya,” ungkap Kamid.



















