Blitar, SEJAHTERA.CO – Keputusan KPU Kabupaten Blitar meniadakan debat ketiga mendapat respons dari pasangan calon (paslon) bupati Rini Syarifah-Abdul Ghoni alias Rindu. Tim paslon Rindu kecewa dan dianggap Keputusan sepihak.
Baca Juga :Jumat Berkah, Polres Blitar Bagi-bagi Nasi ke Jamaah Masjid dan Coaching Clinic SIM
Hal itu diungkapkan Ketua Tim Pemenangan Paslon Bupati Rini Syarifah-Abdul Ghoni, Mohammad Rifai. Dia mengakui sudah mendengar kabar Keputusan KPU tak lagi menggelar debat terakhir. Secara tim, pihaknya sangat menyayangkan.
“Iya, kami paslon nomor urut 2, Rini Syarifah-Abdul Ghoni, kecewa. Kami menganggap Keputusan ini sepihak, kami merasa tak ada dialog sebelumnya,” kata Mohammad Rifai, Jumat (15/11).
Baca Juga :Situasi Kurang Kodusif, KPU Kabupaten Blitar Putuskan Tak Gelar Debat Ketiga
Rifai mengatakan, sebelumnya informasi yang beredar bahwasanya debat terakhir bakal digelar di luar Blitar. Ini dalam rangka untuk menjaga kondusifitas situasi serta hasil evaluasi debat kedua. Keputusan di Surabaya pun disanggupi oleh tim Rindu. Tetapi tiba-tiba ternyata dibatalkan.
Padahal, debat adalah sarana untuk memfasilitasi Masyarakat. Paslon bakal menyampaikan visi misinya kepada Masyarakat. “Kalau tidak ada debat, tahu visi misi dari mana,” keluhnya.
Politisi PKB ini menambahkan, tim Rindu memberikan solusi. Jika tak bisa digelar di Surabaya, bisa juga menggelar di DPRD Kabupaten Blitar.
Baca Juga :Investasi Kabupaten Tulungagung Capai Rp 354 M dari Target Rp 500 M



















