Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Kehidupan masyarakat pinggir Sungai Temon di Desa Ngares Kecamatan/Kabupaten Trenggalek tak lagi damai. Masyarakat tak lagi bisa beraktivitas dengan tenang saat musim hujan tiba, lantaran khawatir akan potensi banjir yang mengintai sewaktu-waktu, yang dapat merenggut nyawa mereka.
Baca Juga :Di Kabupaten Kediri, Tidak Ada TPS Khusus di Rumah Sakit, ini Alasannya
Musim penghujan dinanti sebagian masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai petani, karena mereka tak lagi pusing memikirkan irigasi usai dihantam kemarau berkepanjangan. Sawah tak lagi mengalami kekeringan karena suplai air tercukupi sehingga tanaman menjadi subur.
Namun kondisi itu tak sepenuhnya berlaku bagi masyarakat yang tinggal di pinggir Sungai Temon, meskipun sebagian besar dari mereka juga berprofesi sebagai petani.
Saat musim hujan tiba, mereka malah was-was. Bukan soal kecukupan air di pertanian mereka, namun justru mereka khawatir permukiman mereka terendam banjir.
Baca Juga :Hari Pemungutan Suara, Seluruh Siswa di Kabupaten Kediri Libur Sekolah
Menurut keterangan warga, potret itu terjadi 2 tahun belakangan. Pascasungai mereka mengalami pendangkalan, yang mereka sebut imbas dari proyek pembangunan Bendungan Bagong yang ada di Kecamatan Bendungan yang lokasinya ada di atas permukiman warga Desa Ngares.
Sebab, material proses pembangunan terbawa aliran sungai hingga membuat Sungai Temon mengalami pendangkalan.
“Dulu di sini ada madrasah, namun sejak 2022 ketika musim hujan anak-anak takut beraktivitas karena banjir mengintai sewaktu-waktu,” kata Nurkholis, seorang warga terdampak banjir luapan Sungai Temon.
Kekhawatiran warga itu-pun bukan tanpa alasan. Sejak 2022, sejak sungai mengalami pendangkalan kata dia, Sungai Temon sering kali meluap saat musim hujan tiba hingga membanjiri area permukiman warga.
Kondisi itu-pun kerap mereka alami bertahun-tahun lamanya. “Karena sungai mengalami pendangkalan hingga menyebabkan air sungai meluap ke permukiman,” imbuhnya.
Baca Juga :Dua Kecamatan Rawan Politik Uang, Bawaslu Blitar Gencarkan Patroli hingga TPS
Kondisi itu tak sedikit membawa dampak kerusakan. Misalnya seperti banjir luapan yang terjadi belum lama ini, sebuah warung milik warga di area itu hanyut terbawa derasnya aliran sungai.
Bahkan tak sedikit dampak bencana itu menyebabkan kerusakan sektor pertanian, meskipun warga sudah mendapatkan kompensasi.



















