Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Bencana banjir dan tanah longsor lumpuhkan akses jalan penghubung antarkecamatan hingga kabupaten di Bumi Menak Sopal sebutan lain Kabupaten Trenggalek. Selain itu, bencana alam itu juga mengancam kerusakan sebuah bangunan sekolah.
Baca Juga :Lagi, Dua Terduga Pengedar Okerbaya Digulung Polres Nganjuk, ini Barang Buktinya
Merujuk pendataan BPBD Trenggalek, bencana alam tanah longsor itu terjadi di 5 desa di Kecamatan Panggul. Rinciannya di RT 19/RW 07 Dusun Kasihan Desa Ngrencak, RT 22/RW 11 Dusun Njati Desa Sawahan, RT 05/RW 01 Dusun Krajan Desa Tangkil, RT 13/RW 03 Dusun Petung Desa Manggis serta RT 05/RW 01 Dusun Pagerwatu Desa Banjar.
Sementara, untuk bencana banjir ada di Kecamatan Panggul. Meliputi RT 11,12 dan 13 Dusun Pagersari Desa Banjar, RT 13/RW 03 Desa Ngrambingan, RT 09/RW 03 Dusun Slorok Desa Nglebeng, RT 12,13,14,15,26 di RW 5 Desa Wonocoyo dan RT 8,9,10/RW 02 Dusun Madatan Desa Panggul.
Baca Juga :KPU Ponorogo Tunggu Proses Penghitungan Suara di Tingkat Kecamatan Rampung
Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono mengatakan, bencana alam berupa banjir dan tanah longsor itu terjadi pada Sabtu (30/11/2024) sore.
Bencana itu dipicu hujan lebat yang mengguyur daerah itu, mulai dari wilayah Kecamatan Panggul hingga Kecamatan Dongko.
“Sebelumnya hujan dengan intensitas sedang – tinggi mengguyur wilayah Dongko – Panggul,” kata Triadi, Minggu (1/12/2024).
Baca Juga :Pemkab Ponorogo Tarik Mobil Dinas Eselon II, Diganti Mobil Sewa, ini Alasannya
Peristiwa itu mengakibatkan berbagai dampak, mulai dari terputusnya konektivitas antar wilayah hingga ancaman kerusakan bangunan sekolah. Terputusnya konektivitas antar wilayah itu terjadi di wilayah Desa Nglebeng, pascadaerah itu dilanda banjir.



















