Guna mendukung acara, Dinas Kesehatan Kota Kediri turut menghadirkan nasarumber dr. Yati Suparyati, Dokter Klinik Utama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Timur. dr. Fajri berharap, melalui seminar tersebut mahasiswa di Kota Kediri bisa menjadi pendidik sebaya yang berperan memberikan edukasi, sosialisasi, dan konseling terkait HIV di lingkungan kampus.
Baca juga:Pemerintah Kota Kediri Jemput Bola Layani Perekaman KTP-el bagi ODGJ
“Tak kalah penting, peer educator juga diharapkan mengajak tes kepada teman-teman yang beresiko dan mengajak berperilaku hidup sehat agar bisa terhindar dari penularan HIV,” tutupnya.
Pada momen yang sama, Anis Faidatul, mahasiswa IAIN Kediri yang hadir dalam seminar tersebut mengaku siap menjadi pendidik sebaya di kampusnya. Menurutnya, upaya Pemkot Kediri untuk membentuk pendidik sebaya di lingkungan kampus merupakan langkah yang efektif dalam menekan pertumbuhan kasus HIV/AIDS di Kota Kediri.
“Seperti yang dipaparkan tadi, bahwa usia terbanyak penderita HIV/AIDS sekitar 20 sampai 30 tahun. Jadi menurut Saya ini cara yang efektif,” ujarnya.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut dihadiri 400 peserta, yang terdiri dari: Pelayanan HIV/AIDS Kota Kediri, Pegiat HIV, dosen pendamping mahasiswa, dan mahasiswa dari Perguruan Tinggi se-Kota Kediri.



















