Mendapati hal itu, saksi kemudian melaporkan kejadian itu ke perangkat desa setempat dan laporan diteruskan ke Polsek Boyolangu dan petugas medis setempat.
“Saat saksi kembali dengan maksut memeriksa kondisi korban, ternyata korban sudah dalam kondisi gantung diri menggunakan tambang pada salah satu ruangan yang dijadikan tempat menyimpan sosis,” ungkapnya.
Setelah menerima laporan itu, jelas Nanang, petugas kemudian segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan olah TKP.
Saat petugas tiba, diketahui jika korban masih dalam kondisi tergantung, sehingga petugas melakukan evakuasi terhadap korban.
Berdasarkan keterangan yang didapat dari para saksi terutama kakak korban, pihak keluarga meyakini jika korban mengalami depresi, mengingat korban tidak mau makan selama empat hari terakhir.
Baca Juga :Menteri Keuangan Sri Mulyani Ingatkan Industrialisasi Harus Berikan Manfaat kepada Rakyat
Atas kejadian ini, pihak keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah dan tidak berkenan korban diotopsi.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan lain pada jasad korban, dan hanya didapati adanya luka jeratan tali tambang pada leher korban, sehingga menyebabkan korban kesulitan bernafas dan meninggal dunia,” pungkasnya.



















