Kegiatan ini menjadi bukti komitmen kita bersama dalam melindungi masyarakat di daerah rawan bencana. Dewi Mariya Ulfa menekankan beberapa hal kepada peserta apel di antaranya meningkatkan sinergi antar-stakeholder.
Baca Juga :Persiapan Operasi Lilin Semeru 2024, Polres Batu Identifikasi Black Spot Jelang Nataru
“Juga mempersiapkan mental dan fisik, serta melakukan pengecekan rutin terhadap peralatan penanggulangan bencana agar selalu siap digunakan,” ungkap Wabup Kediri.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno menyebut, dalam antisipasi ini merupakan peran penting tim siaga bencana desa dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana juga dilibatkan.
Saat ini, terdapat 30 tim siaga bencana setiap desa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.
Baca Juga :Persiapan Operasi Lilin Semeru 2024, Polres Batu Identifikasi Black Spot Jelang Nataru
Tim siaga bencana desa ini bertujuan membangun ketangguhan masyarakat Kediri dalam menghadapi bencana di wilayah masing-masing.
“Dengan adanya tim ini, koordinasi dari desa ke kabupaten dapat berlangsung lebih cepat,” tuturnya.
Djoko juga meminta agar tim-tim tersebut lebih aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat menjadi lebih mandiri dalam upaya mitigasi bencana.
Baca Juga :Pohon Tumbang Robohkan Tembok Panti Sosial di Batu
Pelaksanaan apel ini sekaligus menekankan pentingnya peringatan dini dan pemantauan kondisi terkini di lapangan sesuai arahan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana yang sebelumnya meminta BPBD untuk terus siaga hingga April 2025 dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
“Peningkatan sinergi antar tingkat pemerintahan, edukasi masyarakat, serta kesiapan peralatan dan logistik menjadi fokus utama kami dalam mengantisipasi bencana di akhir tahun ini hingga awal tahun depan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Kediri.



















