Bantuan juga didistribusikan secara bertahap oleh Tagana dan relawan guna memastikan kebutuhan dasar warga, termasuk pangan dan sanitasi, tetap terpenuhi.
“Kami juga menyiapkan fasilitas sanitasi darurat seperti ponten untuk keperluan mandi dan buang air. Warga bisa mengakses air bersih di beberapa titik yang sudah kami siapkan,” jelasnya.
Baca Juga :Ratusan Peserta PPPK Ikuti Seleksi di Kota Malang, Ini Penjelasan BKPSDM Kota Blitar
Sejauh ini menurut Wiku, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menangani luapan air dari Afvoer Watudakon, yang menjadi penyebab utama banjir.
“Yang jelas, kami bergerak cepat agar warga bisa kembali beraktivitas normal. Jika kondisi ini terus berlanjut, dampaknya akan sangat berat bagi masyarakat,” pungkas Wiku.



















