“Laporan kami terima, ada dua sampai tiga titik jalannya longsor,” tuturnya.
Menurut Didik, tanah longsor disebabkan oleh kondisi tanah yang labil. Ditambah pondasi jalan yang dinilai kurang sempurna.
“Di situ tanahnya labil, ada urukan juga. Makanya longsor ketika ada hujan dengan intensitas tinggi. Penanganan nanti, harus dibangun plengsengan,” katanya.
Baca Juga :Ketua PHRI Batu: Nilai Kenaikan UMK Tahun Depan Wajar di Angka 2-3 Persen
Didik menambahkan, bahwa proyek JLS di wilayah Kabupaten Malang baru sampai di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, yang berbatasan dengan Kabupaten Blitar. Sehingga memang jalur yang longsor belum dilalui sebagai jalan alternatif.
“Itu ke barat belum nyambung ke Blitar. Masih berhenti di jembatan Sumberoto. Jadi memang belum bisa dilalui,” pungkasnya.



















