Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo mencatat selama dua bulan terakhir sedikitnya sudah ada 39 kali peristiwa banjir yang terjadi Bumi Reyog.
Baca Juga :Kenaikan UMK Sebesar Rp 146.643 Disusulkan ke Pemerintah Provinsi
Dari puluhan laporan bencana tersebut, yang terparah yang terjadi pada 24 November lalu. Dimana menyebabkan sejumlah warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Titik lokasinya berada di Kelurahan Singosaren, Setono, Ronowijayan, serta Tonatan.
“Memang puncak curah hujan terjadi pada akhir November kemarin, tapi musim hujan masih akan berlangsung sampai Desember ini,” ungkap Masun, Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo
Baca Juga :Nilai Jual Beras Merangkak Naik, Konsumen Berharap Pemerintah Bisa Stabilkan Harga
Masun menyebut, salah satu antisipasi terjadinya banjir, pemerintah daerah terus melakukan normalisasi sejumlah aliran sungai utama yang kerap meluap ketika hujan deras datang.
Diantaranya yakni, Sungai Gendol yang berada di Desa Jabung Kecamatan Mlarak, sungai Purbosuman Kelurahan Purbosuman, serta Sungai Borang Kelurahan Singosaren.



















